by Domino
Aku terperangkap di antara dua hati
Yang mencintaiku mencintaiku
Ku bingung tak menentu
Siapa yang benar-benar
Mencintaiku mencintaiku
[***]
Mereka berlomba
Saling mencuri mendapatkan hatiku
Reff
Siapa yang pantas yang bisa ku andalkan
Bukan rayuan bukan pujian
Yang aku butuhkan cinta apa adanya
Aku pilih dia
Tuhan tolong aku
Siapa yang benar-benar
Aku cintai hidup dan mati
Beri petunjuk-Mu
Biar aku tak kan salah
Pilih yang tepat tepat akurat
Back to [***], Reff
Aku pilih..
Aku pilih..
Aku pilih.. dia..
Minggu, 11 Oktober 2009
Perkenalan
nama saya adalah ronny wijaya.biasa saya dipanggil ronny.
saya tinggal di jakarta barat.
saya memiliki 2 adik.bernama Grace dan Felicya.
saya suka bermain basket.tetapi sekarang saya jarang bermain basket lagi.
saya benci dengan:narkoba,free sex,rokok,dll.
Saya sekolah di Damai.saya kelas 3 Smp.
agama saya adalah budha.
saya tinggal di jakarta barat.
saya memiliki 2 adik.bernama Grace dan Felicya.
saya suka bermain basket.tetapi sekarang saya jarang bermain basket lagi.
saya benci dengan:narkoba,free sex,rokok,dll.
Saya sekolah di Damai.saya kelas 3 Smp.
agama saya adalah budha.
Gempa menyerang Sumatera Barat
Gempa bumi Sumatera Barat 2009 terjadi dengan kekuatan 7,9 Skala Richter di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang. Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. Menurut data Satkorlak PB, sedikitnya 807 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 891 orang, luka ringan 1.365 orang, korban hilang 241 orang (yang kebanyakan berada di Kabupaten Padang Pariaman akibat tanah longsor). Sedangkan 135.100 rumah rusak berat, 62.772 rumah rusak sedang, & 66.585 rumah rusak ringan
Latar belakang
Provinsi Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Menurut catatan ahli gempa wialyah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.
Kejadian gempa
Bencana terjadi sebagai akibat dua gempa yang terjadi kurang dari 24 jam pada lokasi yang relatif berdekatan. Pada hari Rabu 30 September terjadi gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter dengan pusat gempa (episentrum) 57 km di barat daya Kota Pariaman (00,84 LS 99,85 BT) pada kedalaman (hiposentrum) 71 km. Pada hari Kamis 1 Oktober terjadi lagi gempa kedua dengan kekuatan 6,8 Skala Richter, kali ini berpusat di 46 km tenggara Kota Sungaipenuh pada pukul 08.52 WIB dengan kedalaman 24 km.Setelah kedua gempa ini terjadi rangkaian gempa susulan yang lebih lemah. Gempa pertama terjadi pada daerah patahan Mentawai (di bawah laut) sementara gempa kedua terjadi pada patahan Semangko di daratan.Getaran gempa pertama dilaporkan terasa kuat di seluruh wilayah Sumatera Barat, terutama di pesisir. Keguncangan juga dilaporkan dari Padangsidempuan, Medan, Kuala Lumpur, Singapura, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu. Dilaporkan bahwa pengelolaan sejumlah gedung bertingkat di Singapura mengevakuasi stafnya. Kerusakan parah terjadi di kabupaten-kabupaten pesisir Sumatera Barat, bagian selatan Sumatera Utara serta Kabupaten Kerinci (Jambi). Sementara Bandar Udara Internasional Minangkabau mengalami kerusakan pada sebagian atap bandara (sepanjang 100 meter) yang terlihat hancur dan sebagian jaringan listrik di bandara juga terputus. Sempat ditutup dengan alasan keamanan, bandara dibuka kembali pada tanggal 1 Oktober.
Akibat
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan namun segera dicabut dan terdapat laporan kerusakan rumah maupun kebakaran. Sejumlah hotel di Padang rusak, dan upaya untuk mencapai Padang cukup susah akibat terputusnya komunikasi. Korban tewas akibat gempa terus bertambah, dikhawatirkan mencapai ribuan orang. Namun demikian, hingga tanggal 4 Oktober 2009, angka resmi yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah 603 orang korban tewas dan 343 orang dilaporkan hilang. Pertolongan yang sangat dibutuhkan oleh korban gempa terutama adalah kekurangan obat-obatan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi, serta mengevakuasi korban lainnya.
*Gempa bumi Sumatera Barat 2009
Tanggal:
10:16:10, 30 September 2009 (UTC) (2009-09-30T10:16:10Z)
Kekuatan:
7,9 Mw
Kedalaman:
87 km
Episentrum:
1°23′49″S 99°54′00″E / 1.397°S 99.9°E / -1.397; 99.9Koordinat: 1°23′49″S 99°54′00″E / 1.397°S 99.9°E / -1.397; 99.9
Negara yang terkena:
Indonesia Singapura Malaysia
Intensitas maksimum:
VII MMI
Tanah longsor:
Ya (di Kabupaten Padang Pariaman)
Korban:
807 tewas891 luka berat1.365 luka ringan241 hilang
Sumber:wikipedia
Latar belakang
Provinsi Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Menurut catatan ahli gempa wialyah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.
Kejadian gempa
Bencana terjadi sebagai akibat dua gempa yang terjadi kurang dari 24 jam pada lokasi yang relatif berdekatan. Pada hari Rabu 30 September terjadi gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter dengan pusat gempa (episentrum) 57 km di barat daya Kota Pariaman (00,84 LS 99,85 BT) pada kedalaman (hiposentrum) 71 km. Pada hari Kamis 1 Oktober terjadi lagi gempa kedua dengan kekuatan 6,8 Skala Richter, kali ini berpusat di 46 km tenggara Kota Sungaipenuh pada pukul 08.52 WIB dengan kedalaman 24 km.Setelah kedua gempa ini terjadi rangkaian gempa susulan yang lebih lemah. Gempa pertama terjadi pada daerah patahan Mentawai (di bawah laut) sementara gempa kedua terjadi pada patahan Semangko di daratan.Getaran gempa pertama dilaporkan terasa kuat di seluruh wilayah Sumatera Barat, terutama di pesisir. Keguncangan juga dilaporkan dari Padangsidempuan, Medan, Kuala Lumpur, Singapura, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu. Dilaporkan bahwa pengelolaan sejumlah gedung bertingkat di Singapura mengevakuasi stafnya. Kerusakan parah terjadi di kabupaten-kabupaten pesisir Sumatera Barat, bagian selatan Sumatera Utara serta Kabupaten Kerinci (Jambi). Sementara Bandar Udara Internasional Minangkabau mengalami kerusakan pada sebagian atap bandara (sepanjang 100 meter) yang terlihat hancur dan sebagian jaringan listrik di bandara juga terputus. Sempat ditutup dengan alasan keamanan, bandara dibuka kembali pada tanggal 1 Oktober.
Akibat
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan namun segera dicabut dan terdapat laporan kerusakan rumah maupun kebakaran. Sejumlah hotel di Padang rusak, dan upaya untuk mencapai Padang cukup susah akibat terputusnya komunikasi. Korban tewas akibat gempa terus bertambah, dikhawatirkan mencapai ribuan orang. Namun demikian, hingga tanggal 4 Oktober 2009, angka resmi yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah 603 orang korban tewas dan 343 orang dilaporkan hilang. Pertolongan yang sangat dibutuhkan oleh korban gempa terutama adalah kekurangan obat-obatan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi, serta mengevakuasi korban lainnya.
*Gempa bumi Sumatera Barat 2009
Tanggal:
10:16:10, 30 September 2009 (UTC) (2009-09-30T10:16:10Z)
Kekuatan:
7,9 Mw
Kedalaman:
87 km
Episentrum:
1°23′49″S 99°54′00″E / 1.397°S 99.9°E / -1.397; 99.9Koordinat: 1°23′49″S 99°54′00″E / 1.397°S 99.9°E / -1.397; 99.9
Negara yang terkena:
Indonesia Singapura Malaysia
Intensitas maksimum:
VII MMI
Tanah longsor:
Ya (di Kabupaten Padang Pariaman)
Korban:
807 tewas891 luka berat1.365 luka ringan241 hilang
Sumber:wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)